Kaya bukanlah suatu masalah, tetapi yang biasanya membuat masalah adalah KEINGINAN untuk menjadi kaya. Semua orang boleh saja menjadi kaya (bahkan percayalah bahwa Tuhan pun ingin kita kaya), tetapi “ingin” menjadi kaya yang harus diwaspadai. Karena kita biasanya cenderung untuk menjadikan uang sebagai tujuan utama dan segalanya. Ingat, uang bukanlah akar kejahatan, cinta akan uang-lah yang merupakan akar dari kejahatan.
“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” ( Amsal 10 :22). “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6:9-10).
Tuhan mengajarkan agar kita merasa cukup dan memang itulah rahasianya. Tuhan memberikan sesuai kebutuhan dan kecukupan. Tapi kita juga harus melakukan apa yang menjadi tugas kita, yaitu berdoa . . . memohon dan disertai usaha yang sesuai kehendak Tuhan.
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar dan mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)
Tuhan mengijinkan kita menjadi kaya, tetapi kumpulkanlah kekayaan itu di surga. Karena dengan begitu maka hati kita juga akan berada di surga. Harta dapat berupa uang, tenaga, atau apapun yang berharga bagi kita. Berikan “harta” tersebut bagi pekerjaan Tuhan, muliakanlah Dia dan sesama. Gunakan “harta” untuk kepentingan orang banyak, membantu yang lemah, menolong bangsa, dan lainnya. Perhatikan kutipan berikut ini:
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.” (Kisah Para Rasul 20:35)
Jadi, mari bersama-sama kita perbaiki pemahaman kita. Jangan ingin menjadi kaya, tetapi inginlah menjadi berkat dan menolong orang lain. Kekayaan itu hanyalah cara, dan Tuhan yang memberikannya, tentunya dapat melalui usaha kita dan ketekunan kita, lewat skill dan bakat kita, lewat hidup kita.
Begitu dulu ya sahabat inspirasi? Semoga catatan ini dapat menjadi sinar harapan yang dapat menuntun kita ke arah yang lebih baik. Teruslah berkarya dan jadilah berkat bagi sesama dan muliakanlah Dia, Yang memberimu kehidupan.
Terimakasih, Tuhan memberkati.
Salam Inspirasi,
D. Hendriyanto
Sumber dari Gfresh! #92
Tidak ada komentar:
Posting Komentar