Ada yang bilang, seseorang yang sukses sebenarnya memiliki sifat temperamental yang tinggi pula. Ia cenderung mudah marah. Contoh paling gampang adalah ketika kita melihat para bintang olahraga. Sebut saja pesepak bola David Bechkam yang sekarang sedang diperbincangkan karena akan kembali berlaga di Liga Inggris. Ia ternyata punya temperamen yang tinggi. Ia pernah dikartumerah dalam pertandingan penting Inggris akibat melanggar keras pemain lawan sehingga timnya gagal melangkah ke babak berikutnya.
Para ahli psikologi di sana menyebutkan, sikap Beckham seperti itu menunjukkan ada sisi negatif dari seorang jenius yaitu mudah marah. Tentu saja jika ia terus-menerus menuruti amarahnya, bukan sukses yang didapat tetapi justru kegagalan. Ternyata Beckham mampu mengendalikan amarahnya pada tahap-tahap berikutnya. Ketika ia tak terpilih masuk tim Inggris beberapa waktu lalu, ia tak marah. Ia justru menemukan pelampiasan lain dengan menjadi bagian tim di Piala Dunia 2010 semacam sebagai motivator bagi rekan-rekannya, posisi yang belum pernah ada di tim manapun. Dan karena kemampuan mengendalikan amarahnya itu sampai kini ia masih bisa berprestasi dalam usia yang tak muda lagi bagi seorang pesepak bola.