by : Samuel Rudi Gunawan.
(Sudah pernah dimuat sebelumnya di fb – bulan April 2009 dari akun lama a/n Samuel Gunawan)
Sebagai 'penyegar' perkenankan saya memuatnya lagi untuk Sahabat-Sahabat sekalian ; semoga tetap menghibur dan Selamat Berakhirpekan! Thanks.
* Ada sebuah kalimat yang sempat mengusik diri saya, menarik perhatian saya dan meminta saya untuk menelitinya. Kalimat itu berbunyi :‘Cinta kasih membuat seseorang mampu memandang musuh sebagai obyek yang membutuhkan pengampunan dan kesabaran hatinya’. Kalimat ini mungkin indah kedengarannya bagi sebagian orang akan tetapi sungguh amat sulit kalau kita harus melakukannya, apakah itu dengan hati yang sabar apalagi kalau harus mengampuni ? Tapi sebenarnya, disinilah letak tantangannya – khususnya bagi kita yang mengaku sebagai orang yang baik, benar dan tidak bercela. Seiring dengan berjalannya waktu, cinta kasih yang diberikan dengan tulus akan melunakkan hati yang keras, seperti air yang meniris dan mengikis batu kali yang besar.
* Dikisahkan ada seorang kakek tua yang penyabar, yang selalu rajin menyapa orang yang lewat didepannya sambil tersenyum, yang dengan ramah dan hangat akan menjabat tangan orang lain dengan erat, walaupun ia berjalan agak pincang setelah mengalami pasca stroke ringan. Kakek tua ini diberi pekerjaan berkala untuk membersihkan kebun oleh sebuah yayasan panti-wredha, Belakangan ini di dekat lokasi panti-wredha seringkali banyak anak-anak muda yang kurang jelas asal usul dan pekerjaannya sering berkumpul dekat situ.