Senin, 11 April 2011

Menang Atas Kebencian

SamGunawanby : Samuel Rudi Gunawan.


(Sudah pernah dimuat sebelumnya di fb – bulan April 2009 dari akun lama a/n Samuel Gunawan)

Sebagai 'penyegar' perkenankan saya memuatnya lagi untuk Sahabat-Sahabat sekalian ; semoga tetap menghibur dan Selamat Berakhirpekan! Thanks.


 


* Ada sebuah kalimat yang sempat mengusik diri saya, menarik perhatian saya dan meminta saya untuk menelitinya. Kalimat itu berbunyi :‘Cinta kasih membuat seseorang mampu memandang musuh sebagai obyek yang membutuhkan pengampunan dan kesabaran hatinya’.  Kalimat ini mungkin indah kedengarannya bagi sebagian orang akan tetapi sungguh amat sulit kalau kita harus melakukannya, apakah itu dengan hati yang sabar apalagi kalau harus mengampuni ?  Tapi sebenarnya, disinilah letak tantangannya – khususnya bagi kita yang mengaku sebagai orang yang baik, benar dan tidak bercela. Seiring dengan berjalannya waktu, cinta kasih yang diberikan dengan tulus akan melunakkan hati yang keras, seperti air yang meniris dan mengikis batu kali yang besar.


* Dikisahkan ada seorang kakek tua yang penyabar, yang selalu rajin menyapa orang yang lewat didepannya sambil tersenyum, yang dengan ramah dan hangat akan menjabat tangan orang lain dengan erat, walaupun ia berjalan agak pincang setelah mengalami pasca stroke ringan. Kakek tua ini diberi pekerjaan berkala untuk membersihkan kebun oleh sebuah yayasan panti-wredha, Belakangan ini di dekat lokasi panti-wredha seringkali banyak anak-anak muda yang kurang jelas asal usul dan pekerjaannya sering berkumpul dekat situ.

Kasih Sejati dari Seorang Suami


Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.


Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.


Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.


Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.


Jumat, 01 April 2011

Asal-usul Kejahatan

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".


Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".


"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.


Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".


Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.


Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".