Selasa, 18 Januari 2011

Harga Sebuah Keajaiban

Sally berumur 8 tahun ketika dia mendengar orangtuanya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi yang menderita sakit parah… Hanya operasi yang sangat mahal bisa menyelamatkannya, tapi mereka tak punya biaya.


Sally mendengar ayahnya berkata, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya”


Sally mengambil celengan dari tempat persembunyiannya, lalu dikeluarkannya semua isi celengan ke lantai dan menghitung semua uangnya.


Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotik.


“Apa yg kamu perlukan?” tanya apoteker.


“Saya mau bicara mengenai adikku, dia sakit dan saya mau membeli keajaiban”, jawab Sally.


Jumat, 07 Januari 2011

Rumput Tetangga

“Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau.”


 


Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu menginginkan hal yang belum dimilikinya, dan bahkan ada sebagian yang sampai terjebak dalam perasaan iri. “kenapa aku tidak setampan dia?”, “kenapa aku tidak sekaya dia?”, dan lainnya. Seperti perumpamaan di atas, sehijau-hijaunya rumput yang ada dihalaman kita, tetapi selalu saja ada yang mengatakan bahwa rumput milik tetangga lebih hijau dari miliknya.

Berani Mimpi, Berani Sukses

Penulis: Andrie Wongso


Selasa, 04-Januari-2011


Awal tahun sering dianggap momentum yang tepat untuk memulai hidup baru. Tahun lalu mungkin tak banyak prestasi yang bisa kita raih, tahun ini adalah saat terbaik untuk memperbaikinya. Tahun lalu mungkin kita gagal meraih cita-cita yang kita impikan, tahun ini adalah waktu yang tepat untuk lebih memfokuskan segala kemampuan dan bekerja lebih keras lagi agar impian itu bisa terwujud.


Setinggi apa mimpi-mimpi bisa kita pancangkan? Banyak di antara kita yang bermimpi saja tak berani karena takut kecewa jika kelak tak bisa meraihnya. Akhirnya mimpinya biasa-biasa saja. Atau banyak juga yang hanya bermimpi tanpa berusaha meraihnya. Akhirnya mimpi-mimpi itu hanya berhenti sampai pada mimpi saja.

Minggu, 02 Januari 2011

Tak Ada Gading Yang Tak Retak


“Tak ada gading yang tak retak.”



Sebuah peribahasa yang sangat populer saat saya masih SD, sebuah peribahasa yang menggambarkan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Ketika SD saya sangat suka sekali menggunakan peribahasa ini sebagai slogan, dan sampai saat ini pun saya tetap menyukai peribahasa ini.


Tetapi sayang, peribahasa ini kadang digunakan sebagai pembenar kesalahan-kesalahan kita. Setiap kali ada yang berbuat salah, mereka selalu berdalih:

Menjadi Luar Biasa!

Setiap orang dapat menjadi luar biasa, karena sesungguhnya kita semua adalah LUAR BIASA, kita sendirilah yang membuat diri kita menjadi biasa.


Menjadi luar biasa bukan berarti kita harus selalu mendapatkan pengalaman yang luar biasa (luar biasa menderita, luar biasa menakjubkan, dll), menjadi luar biasa juga bukan berarti kita harus melakukan hal yang luar biasa.


Perasaan luar biasa dapat kita miliki saat kita mampu menyikapi seluruh pengalaman hidup kita dengan sikap yang luar biasa,

Sabtu, 01 Januari 2011

Batu Penghalang

Alkisah, seorang raja yang pandai dan bijak bermaksud menguji kerajinan dan kepedulian rakyatnya dengan cara yang unik. Pada suatu sore, sang raja diam-diam meletakkan sebongkah batu di tengah jalan yang sering dilewati orang. Letak batu itu persis di tengah jalan sehingga tidak enak dipandang dan menghalang-halangi langkah orang. Rupanya, sang raja sengaja ingin mengetahui apa reaksi rakyatnya yang lalu-lalang di jalan tadi.



Tampak seorang petani melintas sambil membawa gerobak barang yang tampak berat karena penuh dengan barang bawaan. Ketika ia melihat sebongkah batu menghalangi jalannya, ia langsung mengomel. "Dasar orang-orang di sini malas-malas. Batu di tengah jalan didiamkan saja..!" Sambil terus menggerutu, ia membelokkan gerobaknya menghindari batu tadi dan meneruskan perjalanannya.

Mengasah Kapak

Penulis : Andrie Wongso
Selasa, 28-Desember-2010

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, maka calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat akan mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.